KREASI

SURABI IMUT

Waktu itu, setelah Ashar. Seketika canggung. Bisu tak bermulut, tuli tak bertelinga, buta tak berani memandang. Surabi Imut, pengen rasanya ku menikmatimu lagi, sungguh aromamu tak menghilang dari mulutku, meskipun tak ada lagi alasan untuk menikmati mu lagi.
Surabi Imut, satu porsi dua puluh ribu, dan itu kemahalan. Juga sudah pasti tak akan kenyang olehnya.

Syaikhkian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s