KREASI

Dulunya

A long time ago, dimana SHINTA melewati hari – hari yang sungguh mengganggu hidupnya 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu selama 8 bulan.

Waktu itu 19 maret, SHINTA dan RAHWANA pergi ke tempat dimana RAHWANA mengambil keputusan untuk membuat sebuah kesepakatan. RAHWANA mengajak dia ke trek lari, pada sore hari itu.

RAHWANA memutuskan untuk menjadikan SHINTA sebagai teman saja, setelah sebelumnya adalah teman “dekat” yang berjuluk teman untuk masa depan.

Sehari sebelumnya RAHWANA sudah mengadakan perjanjin pertemuan itu, dan SHINTA hanya bisa berpikir positif, dan yang ada hanyalah kebingungan. setelah percakapan yang hanya di dominasi oleh RAHWANA, SHINTA hanya seperti seorang  pecundang yang tidak mempunyai isi kepala karena sepatah kata sanggahan atapun hanya tanggapan saja tidak bisa terlontar dari mulutnya. mungkin gelombang yang dihasilkan degupan hatinya terlalu besar sehingga sanggup merusak seluruh kerja dari semua sistem indranya.

SHINTA mungkin dan pasti tidak menyangka semua itu harus terjadi, tetapi itulah keputusan yang diambil RAHWANA. entah itu adalah sebuah ujian yang ingin di lakukan RAHWANA untuk melihat apakah SHINTA benar – benar ingin menjadi “mereka di masa depan”. tetapi sedikit ketukan di dalam hati SHINTA, jauh di dalamnya SHINTA sadar akan keadaannya “hanya itulah yang dia punya dan yakini” dia menganggap dirinya buku dengan isi yang penuh dengan harga – harga mendalam tetapi bungkusnya adalah sebuah ronsokan yang tak berharga sama sekali.

SHINTA merasa diperlakukan seolah – olah seorang yang tidak ada makna yang telah terjadi, hanya seperti berjalan di atas gurun dan beberapan waktu kemudian, jejaknya segera hilang. kemudian diperparah dengan sebuah informasi yang mendekati “benar” iya memang benar – benar informasi yang akurat untuk membuat SHINTA seolah bungkus ronsokan yang tidak ada harganya.

Akhirnya SHINTA hidup hanya membayangkan, seolah tidak menerima apa yang telah terjadi. tetapi apa yang bisa SHINTA perbuat hanyalah seolah tidak ada yang terjadi. menjadi seorang yang terlihat bersih ditengah – tengah genangan lumpur yang melumuri tubuhnya.

Segala sesuatu berjalan seprti apa adanya, dan apapun yang akan terjadi pasti akan terjadi ~ Jonas Jonasson

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s